Banner Website
Hukum & Kriminal

Angka Kecelakaan Tinggi, Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan KLK 2026

58
×

Angka Kecelakaan Tinggi, Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan KLK 2026

Sebarkan artikel ini
Angka Kecelakaan Tinggi, Polda Riau Gelar Operasi Keselamatan KLK 2026
Upacara Persiapan Polda Riau menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026 selama 14 hari ke depan sebagai upaya menekan potensi kecelakaan fatal menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Senin (2/2/2026). Taktiknews/Ho-Polda Riau

Taktiknews.com, Pekanbaru – Tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Riau menjadi alarm serius bagi aparat kepolisian. Menyikapi kondisi tersebut, Polda Riau resmi menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning (KLK) 2026 selama 14 hari ke depan sebagai upaya menekan potensi kecelakaan fatal menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Operasi ini diawali dengan apel gelar pasukan di Mapolda Riau, Senin (2/2/2026), melibatkan 1.126 personel gabungan dari Polda Riau, Polres jajaran, TNI, serta Dinas Perhubungan.

Dari pantauan Taktiknews.com, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki menegaskan, operasi ini digelar bukan tanpa alasan. Evaluasi tahun-tahun sebelumnya menunjukkan pelanggaran lalu lintas masih tinggi dan mayoritas kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengendara.

“Fakta di lapangan menunjukkan kecelakaan lalu lintas sebagian besar disebabkan oleh human error, mulai dari rendahnya disiplin hingga perilaku berkendara yang membahayakan,” tegas Wakapolda.

Menurutnya, persoalan keselamatan berlalu lintas sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan karena berdampak langsung pada keselamatan jiwa masyarakat. Tidak hanya faktor manusia, kondisi kendaraan, infrastruktur jalan, dan lingkungan turut memperparah risiko kecelakaan.

Ia menilai, jika tidak dilakukan langkah tegas sejak dini, lonjakan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran berpotensi meningkatkan angka kecelakaan, khususnya kecelakaan fatal.

“Operasi Keselamatan Lancang Kuning ini adalah early warning sebelum Operasi Ketupat 2026. Tujuannya jelas, menekan pelanggaran dan menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Wakapolda menekankan kepada seluruh personel agar tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan persuasif dan humanis.

“Penegakan hukum berbasis ETLE menjadi prioritas, sementara penindakan manual dilakukan secara selektif dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengungkapkan bahwa masih banyak pelanggaran berulang yang menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Riau.

Karena itu, Operasi KLK 2026 secara khusus menyasar sembilan jenis pelanggaran yang dinilai berisiko tinggi memicu kecelakaan dan fatalitas.

“Sasaran kami adalah pelanggaran yang berpotensi langsung menyebabkan kecelakaan, seperti kendaraan tidak laik jalan, pengendara tanpa helm, knalpot tidak standar, truk dimodifikasi sembarangan, hingga travel ilegal,” jelas Jeki.

Selain itu, polisi juga menindak kendaraan dengan TNKB tidak sesuai ketentuan, angkutan barang yang membawa penumpang, pengendara motor berboncengan lebih dari satu orang, serta parkir di bahu jalan, terutama di kawasan wisata dan jalur rawan kecelakaan.

Menurut Jeki, operasi ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah hukum Polda Riau sebagai upaya pemanasan sebelum arus mudik dan balik Lebaran.

“Target utama kami adalah mencegah kecelakaan fatal, khususnya di jalan tol dan jalur dengan mobilitas tinggi sesuai arahan Kakorlantas,” tegasnya.

Selain penindakan, jajaran Satlantas juga diperintahkan mengintensifkan kegiatan preemtif dan preventif, mulai dari edukasi keselamatan di sekolah hingga pemeriksaan kelayakan kendaraan di terminal dan jalur utama.

“Kami juga fokus pada pemeriksaan pengemudi, antisipasi konsumsi alkohol dan narkoba, serta pengecekan teknis kendaraan seperti rem dan lampu, terutama angkutan umum dan truk,” pungkas Jeki.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *