Banner Website
Peristiwa

8 Kontrakan di Pasar Teleng Pekanbaru Ludes Terbakar, Isu Permukiman Rawan Kebakaran Menguat

57
×

8 Kontrakan di Pasar Teleng Pekanbaru Ludes Terbakar, Isu Permukiman Rawan Kebakaran Menguat

Sebarkan artikel ini
8 Kontrakan di Pasar Teleng Pekanbaru Ludes Terbakar, Isu Permukiman Rawan Kebakaran Menguat
8 Kontrakan di Pasar Teleng Pekanbaru Ludes Terbakar. Taktiknews/Made

Taktiknews.com, Pekanbaru – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di belakang Kantor Camat Sukajadi, Pasar Teleng, Kota Pekanbaru, pada Senin (30/3/2026).

Peristiwa ini kembali menyoroti seriusnya persoalan permukiman rawan kebakaran, terutama pada hunian semi permanen yang rentan dilalap api dalam waktu singkat.

Insiden terjadi sekitar menjelang siang, ketika api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar.

Deretan rumah kontrakan yang terbuat dari bahan kayu dan papan menjadi sasaran empuk amukan si jago merah.

Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain karena posisi rumah yang saling berdempetan tanpa jarak aman.

Sebanyak delapan unit rumah kontrakan dilaporkan hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Tidak hanya bangunan, seluruh isi rumah milik para penghuni juga ludes tanpa tersisa.

Kondisi ini membuat para korban tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Salah satu korban, Nelmiati (58), tampak terpukul saat ditemui di lokasi kejadian.

Dengan suara bergetar, ia menceritakan detik-detik kebakaran yang membuatnya kehilangan tempat tinggal beserta seluruh barang miliknya.

Ia mengaku saat itu hendak pergi ke pasar seperti biasa. Namun, ketika baru saja keluar rumah, ia melihat api sudah membesar dari sisi bangunan lain yang berada di dekat rumahnya.

Kepanikan pun langsung terjadi, dan ia hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat kembali masuk ke dalam rumah.

Tangis Nelmiati pecah saat menyadari seluruh harta bendanya tidak dapat diselamatkan.

Kejadian tersebut menjadi pukulan berat, terutama karena tidak ada waktu untuk melakukan upaya penyelamatan barang.

Sementara itu, Kepala BPBD Damkar Pekanbaru, Zarman Chandra, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.40 WIB.

Tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan cepat.

Menurutnya, kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar serta jarak antar rumah yang sangat dekat menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.

Hal ini membuat proses pemadaman menjadi lebih menantang bagi petugas di lapangan.

Petugas pemadam kebakaran terlihat berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Upaya tersebut akhirnya berhasil mengendalikan api setelah beberapa waktu, meskipun sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, kerugian material yang dialami para korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Selain kehilangan tempat tinggal, para penghuni juga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan seluruh harta benda mereka.

Peristiwa ini kembali mengangkat isu penting terkait keselamatan di kawasan permukiman padat, khususnya yang didominasi bangunan semi permanen.

Minimnya sistem pengamanan kebakaran serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya menjadi faktor yang kerap memperparah dampak kebakaran.

Zarman Chandra mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dalam penggunaan listrik dan api dalam aktivitas sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada bencana besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dan perangkat lingkungan seperti RT dan RW untuk segera melaporkan kejadian kebakaran melalui layanan darurat.

Respon cepat dinilai sangat menentukan dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

โ€œKami berharap masyarakat segera menghubungi layanan darurat 112 apabila terjadi kebakaran, agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,โ€ ujarnya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Dugaan sementara masih mengarah pada kemungkinan korsleting listrik, namun belum dapat dipastikan secara resmi.

Peristiwa kebakaran di Pasar Teleng ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak bahwa mitigasi bencana, khususnya kebakaran di kawasan padat penduduk, harus menjadi perhatian bersama.

Tanpa langkah pencegahan yang serius, kejadian serupa berpotensi terus berulang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar di masa mendatang.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *