TAKTIKNEWS.COM – Raksasa otomotif Tiongkok terus memperkuat posisi pasar mobil BYD di Indonesia melalui penetrasi kendaraan listrik serta hibrida yang terukur. Ekspansi portofolio produk secara masif terbukti efektif menopang performa penjualan domestik selama dua tahun terakhir.
Dinamika penyesuaian harga sempat terjadi pada varian M6 EV Standard yang mengalami kenaikan sebesar Rp 12 juta sejak Juli 2026. Banderol model entry level tersebut terkoreksi dari Rp 383 juta menjadi Rp 395 juta di pasar lokal.
Manajemen memutuskan untuk mempertahankan harga lama pada dua varian yang lebih tinggi yakni Superior dan Superior Captain. Varian Superior tetap dijual seharga Rp 423 juta sedangkan tipe Superior Captain dipasarkan pada angka Rp 433 juta.
Penyesuaian nilai jual pada tipe terendah tidak merusak tren permintaan konsumen otomotif tanah air secara keseluruhan. Pembeli domestik cenderung memilih tipe atas karena menginginkan fitur keselamatan serta kenyamanan yang lebih lengkap.
Kehadiran M6 EV di pasar MPV ramah lingkungan terus membendung pergerakan kompetitor sekelas seperti Aletra L8 EV. Model ini juga bersaing secara tidak langsung di segmen kendaraan keluarga bersama Veloz HEV.
Lini M6 DM yang mengusung teknologi plug-in hybrid turut mencatatkan lonjakan pengiriman sejak meluncur tiga bulan lalu. Penjualan varian ini berhasil menembus angka 1.000 unit sepanjang Juli 2026 sekaligus menggeser dominasi Chery Tiggo 8 CSH.
Keunggulan kapasitas 7 penumpang menjadi faktor pendorong utama tingginya minat masyarakat terhadap seri M6. Popularitas nama model yang terbangun sejak 2024 berhasil menarik perhatian konsumen dari jajaran SUV kompetitor.
Segmen kendaraan listrik berukuran ringkas masih dikuasai oleh Atto 1 sebagai tulang punggung volume penjualan bersih perusahaan. Model terjangkau ini konsisten memimpin angka pengiriman ke dealer di berbagai wilayah Indonesia.
Operasional pabrik sempat mengalami penurunan volume pada Mei akibat adanya transisi ke proses perakitan lokal. Namun tingkat pengiriman langsung pulih pada bulan berikutnya hingga mencetak angka 2.000 hingga 4.000 unit per bulan.
Kehadiran lini produk terintegrasi mulai dari hatchback Atto 1 hingga sedan premium Seal semakin mengukuhkan posisi manufaktur asal Shenzhen tersebut. Fleksibilitas penetapan harga menjadi strategi kunci dalam mempertahankan dominasi pasar kendaraan listrik nasional.***














