Banner Website
Hukum & Kriminal

Seleksi Polri 2026, Komitmen Integritas Ditegaskan di Polres Kampar

29
×

Seleksi Polri 2026, Komitmen Integritas Ditegaskan di Polres Kampar

Sebarkan artikel ini
Seleksi Polri 2026, Komitmen Integritas Ditegaskan di Polres Kampar
Proses penerimaan calon anggota Polri tahun 2026 di wilayah Kampar, kegiatan yang berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar pada Selasa (31/3/2026). Taktiknews/Made

Taktiknews.com, Kampar – Proses penerimaan calon anggota Polri tahun 2026 di wilayah Kampar diawali dengan penegasan komitmen integritas melalui kegiatan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah.

Acara ini menjadi simbol penting dalam memastikan seleksi berjalan transparan, jujur, dan bebas dari praktik kecurangan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar pada Selasa (31/3/2026) tersebut diikuti oleh panitia seleksi, para peserta, serta orang tua atau wali calon anggota Polri.

Momentum ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menjaga kredibilitas proses rekrutmen anggota Polri tahun anggaran 2026.

Kapolres Kampar, Boby Putra Ramadhan Sebayang, hadir langsung menyaksikan jalannya kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan seleksi yang bersih dan profesional.

Turut hadir pula sejumlah pejabat terkait, termasuk jajaran SDM Polres Kampar serta perwakilan instansi eksternal.

Kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan jajaran Polda Riau, di mana Kapolda Riau, Herry Heryawan, memimpin langsung jalannya prosesi dari tingkat provinsi.

Seluruh polres di wilayah hukum Polda Riau mengikuti kegiatan tersebut secara serentak.

Penandatanganan pakta integritas dalam seleksi Polri bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penegasan penting bahwa seluruh proses harus bebas dari praktik percaloan, suap, maupun intervensi pihak tertentu.

Isu integritas dalam rekrutmen aparat penegak hukum menjadi perhatian serius, mengingat kualitas sumber daya manusia Polri sangat ditentukan sejak tahap seleksi awal.

Dalam prosesi tersebut, perwakilan panitia, peserta seleksi, serta orang tua/wali secara bersama-sama membacakan pakta integritas.

Mereka berkomitmen untuk tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apa pun dan siap menerima konsekuensi jika melanggar aturan.

Setelah itu, pengambilan sumpah dilakukan sebagai bentuk penguatan komitmen moral seluruh pihak yang terlibat.

Prosesi ini menjadi penanda bahwa seleksi Polri harus berjalan sesuai prinsip objektivitas dan akuntabilitas.

Untuk memastikan keterbukaan, kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur eksternal, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, hingga perwakilan media dan organisasi wartawan.

Kehadiran pihak luar ini menjadi bagian dari upaya pengawasan agar proses seleksi berjalan secara transparan.

Selain itu, tim internal seperti pemeriksaan administrasi dan kesehatan juga dilibatkan sejak awal.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahapan seleksi telah dipersiapkan dengan sistematis dan profesional.

Kapolres Kampar menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi bukti keseriusan dalam menjaga kepercayaan publik. Ia menyebut, transparansi merupakan kunci utama dalam menciptakan proses seleksi yang adil.

“Kegiatan ini adalah bentuk komitmen bersama agar seleksi berjalan bersih. Semua pihak dilibatkan untuk memastikan tidak ada celah terjadinya penyimpangan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Kapolda Riau menekankan pentingnya menjaga integritas sejak awal hingga akhir proses seleksi.

Ia mengingatkan bahwa penerimaan anggota Polri harus menjadi contoh sistem rekrutmen yang profesional dan dapat dipercaya masyarakat.

Menurutnya, setiap individu yang terlibat, baik panitia maupun peserta, memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah institusi Polri. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran sekecil apa pun akan berdampak besar terhadap kepercayaan publik.

Kapolda berharap, melalui seleksi yang bersih dan transparan, Polri dapat memperoleh calon anggota yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan lancar hingga siang hari ini menjadi langkah awal yang penting dalam rangkaian seleksi calon anggota Polri tahun 2026.

Semangat integritas yang ditanamkan sejak awal diharapkan mampu membentuk generasi Polri yang profesional dan beretika.

Lebih dari sekadar formalitas, penandatanganan pakta integritas menjadi pengingat bahwa proses rekrutmen aparat penegak hukum tidak boleh tercemar oleh praktik-praktik yang merusak kepercayaan masyarakat.

Dengan komitmen kuat dari seluruh pihak, Polres Kampar optimistis bahwa seleksi tahun ini akan berjalan lebih baik dan mampu menghasilkan anggota Polri yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari reformasi internal Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Integritas dalam seleksi adalah pondasi utama untuk membangun institusi yang kuat, profesional, dan dipercaya publik.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *