RAKYAT45.COM – Tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan kapal pekerja migran yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai. Hingga hari ketiga pencarian, Senin (17/8/2026), kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan terjadi pada Jumat (14/8/2026). Kapal pekerja migran rute Rupat–Malaysia menggunakan speed boat dua mesin terbalik setelah diterjang hujan lebat, angin kencang, dan badai di sekitar perairan Pulau Rupat.
Pada Senin (17/8/2026), Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian menjadi 291 Nm² dengan track spacing 0,5 Nm.
Korban pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi mengapung sekitar 2,5 Nm dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, korban kedua ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 11,6 Nm dari lokasi kejadian.
Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Wilmar Dumai dan diserahkan kepada tim Inafis untuk proses identifikasi.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang.
Menurutnya, seluruh unsur SAR gabungan tetap dikerahkan dalam pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
“Dari data sementara, sebanyak 22 orang tercatat dalam daftar korban, dengan 19 orang selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian,” ujar Budi.
Dengan ditemukannya dua korban meninggal dunia, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan di sekitar perairan Pulau Rupat.**















