Daerah

Pemko Pekanbaru Kejar Imunisasi Anak Selama Oktober 2026, Ribuan Anak Belum Terima DPT-HB-Hib 1

×

Pemko Pekanbaru Kejar Imunisasi Anak Selama Oktober 2026, Ribuan Anak Belum Terima DPT-HB-Hib 1

Sebarkan artikel ini
Bulan Imunisasi Kejar Pekanbaru 2026 Sasar Bayi dan Baduta
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar Bulan Imunisasi Kejar sepanjang Oktober 2026. (TN/MCP)

TAKTIKNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menggelar Bulan Imunisasi Kejar sepanjang Oktober 2026 untuk meningkatkan cakupan imunisasi anak. Program ini juga bertujuan memastikan setiap anak memperoleh imunisasi lengkap sesuai usia dan status imunisasinya.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengejar imunisasi anak yang terlewat sekaligus melengkapi jadwal imunisasi. Hal itu disampaikannya saat membuka Pencanangan Bulan Imunisasi Kejar di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jumat (2/10/2026).

Markarius menegaskan, pemenuhan hak anak untuk tumbuh sehat dan terlindungi merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, imunisasi menjadi salah satu upaya perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya.

“Imunisasi bukan sekadar memberikan suntikan kepada anak. Tetapi, imunisasi merupakan upaya perlindungan sejak dini untuk mencegah penyakit berbahaya serta menjaga kesehatan anak, keluarga, dan lingkungan,” ujar Markarius.

Ia mengungkapkan, masih terdapat anak di Pekanbaru yang belum mendapatkan imunisasi atau belum menyelesaikan imunisasi sesuai jadwal. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes), cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada 2025 baru mencapai 66,2 persen dari target 90 persen.

Sementara itu, cakupan imunisasi lengkap bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) baru mencapai 44,1 persen. Dinkes juga mencatat sebanyak 3.425 anak belum mendapatkan imunisasi DPT-HB-Hib 1.

Markarius menyebut capaian tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Karena itu, Pemko Pekanbaru menjadikan Bulan Imunisasi Kejar sebagai langkah untuk melengkapi imunisasi anak yang masih tertinggal.

“Bulan Imunisasi Kejar Kota Pekanbaru dilaksanakan selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Oktober,” jelasnya.

Kegiatan ini menyasar bayi berusia 0-11 bulan dan baduta berusia 12-23 bulan. Para orang tua diminta memeriksa catatan imunisasi anak dan segera melengkapi vaksinasi apabila masih ada jadwal yang terlewat.

Layanan imunisasi tersedia melalui Posyandu, Puskesmas, pos pelayanan imunisasi, rumah sakit, serta fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Markarius mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut agar anak mendapatkan perlindungan sesuai kebutuhannya.

Keberhasilan program ini, lanjut Markarius, membutuhkan dukungan berbagai pihak dan tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemko Pekanbaru melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik), DP3APM, Disdalduk KB, Disdukcapil, Dinas Sosial (Dinsos), Bappeda, Kementerian Agama (Kemenag), serta seluruh perangkat daerah.

Ia juga meminta camat, lurah, kepala puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, TP PKK, kader posyandu, dan tenaga kesehatan memperkuat edukasi serta penjangkauan sasaran. Pemantauan di lapangan juga diperlukan untuk memastikan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dapat terjangkau.

Secara khusus, Markarius mengingatkan para orang tua agar tidak mengabaikan jadwal imunisasi anak. Ia mengajak masyarakat saling mengingatkan dan membantu keluarga yang membutuhkan informasi mengenai layanan imunisasi.

“Saya ingin menitipkan satu pesan untuk kita semua bahwa tidak ada anak yang terlewat. Kejar imunisasi yang terlewat, lengkapi imunisasi anak, dan berikan perlindungan terbaik sejak dini. Kejar sebelum usia satu tahun, tuntas sebelum dua tahun,” tutur Markarius.

Pemko Pekanbaru berharap program yang berlangsung selama Oktober tersebut dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan memperluas perlindungan kesehatan anak. Upaya ini diharapkan turut mendukung terwujudnya generasi Pekanbaru yang sehat, kuat, dan terlindungi.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *