Otomotif

Mobil Listrik BYD Cetak Penjualan 43 Ribu Unit, Atto 1 Jadi Andalan

×

Mobil Listrik BYD Cetak Penjualan 43 Ribu Unit, Atto 1 Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Mobil Listrik BYD Raih 43 Ribu Penjualan, Atto 1 Jadi Andalan
Mobil Listrik BYD. (Rider Tua)

TAKTIKNEWS.COM – Penjualan Mobil Listrik BYD di Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang Januari-September 2026 dengan capaian sekitar 43 ribu unit. BYD Atto 1 menjadi salah satu model andalan yang menopang penjualan, sekaligus memperketat persaingan dengan Jaecoo J5 EV di pasar mobil listrik berbasis baterai (BEV).

Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai salah satu merek asal China dengan penjualan tertinggi di Indonesia, meski masih jauh di bawah Toyota yang hampir menembus 200 ribu unit. Persaingan di segmen kendaraan listrik juga semakin ketat, terutama dengan Jaecoo yang mencatat penjualan sekitar 27 ribu unit dalam periode yang disebutkan.

BYD Punya Lini Produk Lebih Beragam

BYD memiliki keunggulan berupa pilihan model yang menjangkau beberapa segmen pasar. Pabrikan tersebut telah memasarkan Atto 1, Atto 3, Dolphin, M6, Seal, hingga Sealion 7 di Indonesia.

Keberagaman produk itu memberi BYD peluang menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda, mulai dari mobil perkotaan hingga kendaraan keluarga. Selain Atto 1, BYD M6 juga menjadi salah satu model andalan dengan persaingan kuat di segmen low MPV yang memiliki banyak peminat di Indonesia.

Atto 1 sendiri menjadi salah satu penopang utama penjualan BYD dalam beberapa bulan terakhir. Meski sempat mengalami penurunan tajam pada Mei dengan penjualan kurang dari 30 unit, model tersebut kembali menunjukkan persaingan kuat di pasar mobil listrik.

Atto 1 dan Jaecoo J5 EV Bersaing Ketat

Persaingan menarik terjadi antara BYD Atto 1 dan Jaecoo J5 EV yang sama-sama membidik konsumen kendaraan listrik. J5 EV menjadi satu-satunya model mobil listrik berbasis baterai yang dipasarkan Jaecoo di Indonesia dalam bahan penjualan yang dibahas.

Sepanjang beberapa bulan pada 2026, Jaecoo J5 EV sempat memimpin penjualan di segmen BEV, tetapi Atto 1 unggul dalam empat bulan terakhir berdasarkan bahan yang tersedia. Persaingan kedua model ini memperlihatkan ketatnya perebutan konsumen di pasar kendaraan listrik nasional.

Jaecoo J5 EV mendapat keuntungan dari minat konsumen terhadap mobil berjenis SUV yang masih tinggi. Sementara itu, BYD memiliki pilihan model lebih banyak sehingga tidak hanya mengandalkan Atto 1 untuk mendukung keseluruhan penjualannya.

Harga Terjangkau Jadi Daya Tarik Atto 1

Salah satu faktor yang membuat Atto 1 menarik bagi konsumen adalah harganya yang relatif terjangkau. Varian termurahnya diluncurkan dengan banderol sekitar Rp 199 juta, sehingga membuka pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus membeli kendaraan keluarga berukuran besar.

Dimensi Atto 1 yang lebih kecil dibandingkan Jaecoo J5 EV juga dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang membutuhkan mobil pribadi untuk aktivitas sehari-hari. Meski demikian, persaingan penjualan tetap dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen terhadap jenis kendaraan, harga, dan pilihan model yang tersedia.

Peluang BYD Perkuat Posisi di Pasar Mobil Listrik

Jaecoo J5 EV telah mencatat penjualan lebih dari 20 ribu unit hingga Agustus 2026 berdasarkan bahan yang diberikan, sehingga mengejar capaian tersebut bukan perkara mudah bagi Atto 1. Namun, apabila tren penjualannya dapat dipertahankan, Atto 1 berpeluang memperkuat posisi BYD dalam persaingan kendaraan listrik.

BYD juga berpotensi memperluas pilihan produknya melalui kehadiran model baru di masa mendatang. Salah satu yang menarik perhatian adalah BYD Racco, mobil listrik mungil yang disebut berpeluang dipasarkan di negara dengan konfigurasi setir kanan, meski rencana penjualannya di Indonesia belum dipastikan.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *