Pendidikan

Dokter Alumni Unand Refa Rahmaddiansyah Raih Emas di Kompetisi Inovasi Malaysia

×

Dokter Alumni Unand Refa Rahmaddiansyah Raih Emas di Kompetisi Inovasi Malaysia

Sebarkan artikel ini
Refa Rahmaddiansyah Raih Medali Emas SIC 2026 di Malaysia
Dokter alumni Unand Refa Rahmaddiansyah. (Dokumen Pribadi)

TAKTIKNEWS.COM – Dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), Refa Rahmaddiansyah, meraih medali emas kategori Novice Innovation dalam The 16th Symposium on Innovation and Creativity (SIC) 2026 di Malaysia. Penghargaan yang diumumkan pada 15 Oktober 2026 tersebut diraih melalui presentasi gagasan inovasi di bidang kesehatan kulit, khususnya pendekatan pendukung untuk scar hypertrophic atau jaringan parut hipertrofik.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perlis dan mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang. Sebanyak 127 inovasi mengikuti SIC 2026, yang melibatkan peneliti, akademisi, inovator, dan pelajar.

Dalam kompetisi tersebut, Refa mempresentasikan gagasan yang masih berada pada tahap pengembangan. Kategori Novice Innovation memberikan ruang bagi peserta untuk mengajukan konsep atau gagasan awal yang belum diterapkan secara operasional, sehingga prototipe yang berfungsi penuh bukan menjadi persyaratan utama.

Keikutsertaan Refa berlangsung secara daring karena SIC 2026 diselenggarakan dengan format hibrida. Ia mengikuti tahapan pengumpulan materi dan presentasi sebelum panitia mengumumkan hasil kompetisi pada 15 Oktober 2026.

Refa menyebut penghargaan tersebut sebagai pengalaman berharga sekaligus dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang penelitian. “Alhamdulillah, saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mempresentasikan gagasan ini di forum ilmiah internasional. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan penelitian, khususnya di bidang kesehatan kulit,” ujar Refa.

Meski meraih medali emas, Refa menegaskan bahwa gagasan yang dipresentasikan masih membutuhkan proses penelitian dan pengujian lebih lanjut. Menurutnya, penghargaan dalam kompetisi inovasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa suatu gagasan telah terbukti efektif atau siap diterapkan.

“Harapannya, gagasan ini dapat dilanjutkan melalui penelitian yang lebih mendalam. Kalau nantinya memiliki dasar ilmiah dan hasil yang baik, tentu akan ada peluang untuk dikembangkan lebih lanjut,” katanya.

Rangkaian SIC 2026 telah dimulai sejak pembukaan registrasi pada 8 Juni 2026. Peserta kemudian diberi kesempatan mengirimkan video inovasi hingga 7 September 2026 sebelum mengikuti tahapan akhir kompetisi dan menunggu pengumuman pemenang.

Bagi Refa, partisipasi dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik untuk menghubungkan latar belakang kedokteran dengan minat pada penelitian dan inovasi. Fokusnya pada kesehatan kulit juga membuka ruang bagi pengembangan gagasan yang memerlukan kajian ilmiah lebih lanjut.

Pencapaian ini menandai keberhasilan Refa dalam mempresentasikan gagasan di forum inovasi internasional, sekaligus menjadi langkah awal untuk melanjutkan proses pengembangannya. Dengan tetap mengutamakan penelitian dan pengujian, gagasan tersebut diharapkan dapat memperoleh dasar ilmiah yang memadai sebelum dipertimbangkan untuk pengembangan lebih lanjut.***

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *