TAKTIKNEWS.COM – Ketua Komisi II DPRD Riau, Adam Syafaat, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak memangkas bantuan untuk petani, terutama petani cabai. Dukungan sektor pertanian dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan menekan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Adam mengatakan kelangkaan cabai dan tingginya harga beras perlu menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, selain faktor cuaca, distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan biaya produksi juga dapat memengaruhi pasokan serta harga pangan.
“Pemerintah harus tetap memperhatikan petani, terutama petani cabai. Walaupun kondisi keuangan daerah sedang defisit, bantuan untuk sektor pertanian jangan sampai diabaikan karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan bahan pokok,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengungkapkan, sebelumnya terdapat rencana pengembangan tanaman cabai seluas 200 hektare. Namun, menurutnya, anggaran program itu dikurangi sehingga dukungan kepada petani ikut terdampak.
Ia menyebut petani membutuhkan bantuan berupa pupuk, bibit, obat-obatan, hingga alat penyemprot untuk menjaga produktivitas tanaman. Berkurangnya dukungan tersebut dikhawatirkan berdampak pada produksi dan ketersediaan cabai di pasaran.
“Target sebelumnya 200 hektare, tetapi anggarannya dikurangi. Bantuan yang diberikan itu pupuk, bibit, obat-obatan, dan alat semprot. Setelah kami hubungi, ternyata petani cabai sudah tidak ada lagi. Akhirnya cabai pun menjadi langka,” jelas Adam.
Menurut Adam, cabai merupakan salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian inflasi. Ketika pasokan berkurang dan harga meningkat, daya beli masyarakat berpotensi ikut tertekan.
Selain cabai, Adam menyoroti harga beras lokal yang disebut telah mencapai Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram. Ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan pasokan agar harga beras tetap terjangkau masyarakat.
“Kalau barang mahal, berarti barang tersebut kemungkinan langka. Kalaupun tersedia, jumlahnya sedikit sehingga harga menjadi tinggi. Karena itu, ketersediaan pasokan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Adam juga menyinggung pengaruh cuaca dan distribusi BBM terhadap produksi serta penyaluran pangan. Ia menyebut pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa stok beras di Perum Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan hingga satu tahun ke depan.
Meski demikian, menurut Adam, kondisi di lapangan perlu dievaluasi untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga beras.
“Kalau menurut Menteri Pertanian, stok beras di Bulog masih cukup untuk satu tahun ke depan. Namun, kondisi yang terjadi di lapangan perlu kita lihat dan evaluasi agar ketersediaan serta keterjangkauan harga beras benar-benar terjaga,” tambahnya.
Adam berharap Pemprov Riau mengevaluasi anggaran sektor pertanian, terutama untuk komoditas pangan strategis. Ia meminta bantuan disalurkan secara tepat sasaran agar petani dapat meningkatkan produksi dan pasokan pangan tetap terjaga.***
















